HUBUNGAN TINGKAT KEBISINGAN KERJA TERHADAP GANGGUAN PENDENGARAN PADA PEKERJA DI PABRIK PTPN 7 KABUPATEN SELUMA

  • Defi Ermayendri Sanitasi Raflesia
Keywords: Kebisingan dan Gangguan pendengaran

Abstract

HUBUNGAN TINGKAT KEBISINGAN KERJA TERHADAP GANGGUAN PENDENGARAN PADA PEKERJA DI PABRIK PTPN 7 KABUPATEN SELUMA

 

Jurusan Kesehatan Lingkungan

(ix + 35 Halaman +20 lampiran)

Defi Ermayendri, Andriana Marwanto, Yolanda Manda Sari

 

Permasalahan yang terdapat di Pabrik PTPN 7 Kabupaten Seluma pada bagian pengolahan karet Pada proses produksinya menggunakan peralatan mekanik yang menimbulkan bunyi-bunyian sehingga menyebabkan kebisingan dan memberikan dampak yang kurang baik terhadap kesehatan, keselamatan dan kenyamanan bekerja karena intensitas kebisingan yang melebihi 85 dB secara terus menerus dapat menimbulkan hilang pendengaran sementara bahkan bisa menyebabkan tuna rungu. Tujuan penelitian Untuk mengetahui hubungan tingkat kebisingan dengan gangguan pendengaran di Pabrik PTPN 7 Kabupaten Seluma.

Metode penelitian yang digunakan adalah metode diskriptif analitik dengan observasi pendekatan cross sectional

Hasil penelitian adalah sebagian besar pekerja mengalami gangguan pendengaran berat dengan tingkat kebisingan > 85 sebanyak 40 pekerja 71.4%  telah melebihi Nilai Ambang Batas sedangkan < 85 sebanyak 16 pekerja 28,6% tidak mengalami gangguan pendengaran dengan tingkat kebisingan. hasil pemeriksaan alat audiometri dari 56 pekerja pabrik PTPN 7 di bagian pengolahan karet , didapatkan hasil 16.1% Normal, 12.5% Ringan, 14.3% Sedang, 57.1% Berat. Dengan uji statistik Chi-Square diperoleh nilai ρ Value = 0,000 (ρ value < 0,05) artinya ada hubungan Tingkat Kebisingan dengan gangguan pendengaran pekerja di Pabrik PTPN 7 Kabupaten Seluma.

Penelitian ini memberikan informasi tentang adanya gangguan pendengaran akibat kebisingan dan untuk mengetahui tingkat kebisingan di Pabrik PTPN 7 Kabupaten Seluma.

Published
2021-09-15