PENGARUH NESTING TERHADAP PERUBAHAN FISIOLOGIS BAYI PREMATUR DI RUANG PERINATOLOGI RSUD DR. M. YUNUS BENGKULU

  • Yeni Eliyanti STIKES Bhakti Husada Bengkulu
  • Nasaratri Hasta Noeraini
Keywords: Nesting, Bayi Prematur

Abstract

Latar Belakang : Prematuritas merupakan penyebab kematian kedua pada balita setelah pneumonia dan merupakan penyebab utama kematian neonatal. Tiga puluh lima persen kematian neonatal di dunia disebabkan oleh komplikasi kelahiran prematur. Salah satu bentuk intervensi keperawatan selain metode kanguru yang dapat dilakukan pada BBLR adalah nesting. Nesting digunakan untuk memberikan posisi yang tepat pada neonatus. Intervensi keperawatan tersebut menggunakan alat berbentuk seperti kondisi rahim ibu yang terbuat dari bahan yang halus yang berisi potongan kain seperti dacron. Panjang alat ini sekitar 121-132 cm dan dapat disesuaikan dengan panjang tubuh bayi. Alat ini diletakkan sebagai pelindung posisi bayi, sehingga berada dalam posisi ekstensi dan menjaga perubahan posisi bayi yang diakibatkan karena gravitasi.

Masalah penelitian : masih banyaknya bayi premature yang keadaan fisiologisnya tidak stabil di Ruang Perinatologi RSUD dr. M. Yunus Bengkulu.

Tujuan: Mengetahui pengaruh nesting terhadap perubahan fisiologis bayi premature di Ruang perinatology RSUD DR. M. Yunus Bengkulu.

Metode Penelitian : Rancangan penelitian yang digunakan adalah quasi eksperiment dengan rancangan non equidment control group design dengan satu kelompok intervensi dan satu kelompok kontrol.

Hasil Penelitian : Hasil penelitian di dapatkan Rata-rata saturasi oksigen pada kelompok kontrol adalah 96,22 sedangkan pada kelompok intervensi didapatkan rata-rata saturasi oksigen adalah 98,17 di Ruang Perinatologi RSUD dr. M. Yunus Bengkulu. Rata-rata frekuensi nafas pada kelompok kontrol adalah 85,44 edangkan pada kelompok intervensi didapatkan rata-rata frekuensi nafas adalah 97,61 di Ruang Perinatologi RSUD dr. M. Yunus Bengkulu. Rata-rata frekuensi nadi pada kelompok kontrol adalah 97,44  sedangkan pada kelompok intervensi didapatkan rata-rata frekuensi nadi adalah 110,50 di Ruang Perinatologi RSUD dr. M. Yunus Bengkulu. Ada pengaruh nesting terhadap saturasi oksigen pada bayi prematur di Ruang Perinatologi RSUD DR. M. Yunus Bengkulu dengan p value 0,007. Ada pengaruh nesting terhadap frekuensi nafas pada bayi prematur di Ruang Perinatologi RSUD DR. M. Yunus Bengkulu dengan p value 0,003 dan ada pengaruh nesting terhadap frekuensi nadi pada bayi prematur di Ruang Perinatologi RSUD DR. M. Yunus Bengkulu dengan p value 0,047.

Simpulan : Ada pengaruh nesting terhadap saturasi oksigen pada bayi prematur di Ruang Perinatologi RSUD DR. M. Yunus Bengkulu dengan p value 0,007. Ada pengaruh nesting terhadap frekuensi nafas pada bayi prematur di Ruang Perinatologi RSUD DR. M. Yunus Bengkulu dengan p value 0,003 dan ada pengaruh nesting terhadap frekuensi nadi pada bayi prematur di Ruang Perinatologi RSUD DR. M. Yunus Bengkulu dengan p value 0,047.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2020-12-30
How to Cite
Eliyanti, Y., & Noeraini, N. (2020). PENGARUH NESTING TERHADAP PERUBAHAN FISIOLOGIS BAYI PREMATUR DI RUANG PERINATOLOGI RSUD DR. M. YUNUS BENGKULU. JURNAL MEDIA KESEHATAN, 13(2), 120-128. https://doi.org/https://doi.org/10.33088/jmk.v13i2.574